Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menggelar rapat persiapan mengenai Skema Pembelajaran Project dan Riset untuk mahasiswa Sarjana dan Magister 2025. Rapat yang dilaksanakan pada Kamis, 21 Agustus 2025, ini bertempat di Auditorium FISIPOL UMPR dan dihadiri oleh seluruh dosen serta unsur pimpinan universitas.
Rapat ini dipandu oleh Dr. (cand) M. Anzarach Pratama, S.AN., M.PA., Wakil Dekan I FISIPOL UMPR, dan bertujuan untuk membahas dan mempersiapkan pembelajaran berbasis proyek dan riset yang akan diterapkan kepada mahasiswa di semester Ganjil 2025/2026. Skema ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran melalui eksplorasi masalah dunia nyata, serta menghasilkan produk atau solusi yang bermakna.
Pentingnya Pembelajaran Berbasis Proyek
Wakil Dekan I, Dr. (cand) M. Anzarach Pratama, dalam paparan pembukaannya menyampaikan, “Pembelajaran berbasis proyek ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang relevan dengan tantangan dunia nyata. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari upaya kami untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengeksplorasi masalah kompleks di bidang Administrasi Publik dan Komunikasi Publik, serta menghasilkan solusi yang aplikatif dan inovatif.”
Pembelajaran berbasis proyek ini akan memotivasi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengembangan produk yang terkait dengan dunia nyata, sehingga diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis yang berguna dalam dunia profesional. Adapun produk yang dihasilkan dari proyek ini dapat berupa laporan, publikasi, atau bahkan hak kekayaan intelektual (HKI), serta dapat digunakan untuk publikasi di jurnal ilmiah, buku, atau lainnya.
Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya proyek ini dalam memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Melalui kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya dapat memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam masalah nyata yang relevan dengan masyarakat,” ungkap Rektor.
Sementara itu, Dekan FISIPOL, Dr. Irwani, S.Sos., M.A.P., menambahkan bahwa pembinaan mahasiswa sejak awal kuliah hingga lulus akan terus dipantau oleh dosen. “Kami juga akan memastikan setiap mahasiswa mendapatkan pendampingan yang maksimal selama proses pembelajaran berbasis proyek. Bahkan, dosen pembimbing akan terus memantau dan memberikan bimbingan intensif sepanjang perjalanan pendidikan mahasiswa,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UMPR, Dr. Apt. Mohammad Rizki Fadhil Pratama, S.Farm., M.Si., menyampaikan beberapa hal penting terkait skema ini, antara lain bahwa setiap proyek yang dilaksanakan bisa diklaim untuk pemenuhan tridharma dosen, dapat menghasilkan publikasi ilmiah, dan perlu adanya verifikasi untuk memastikan kualitas setiap proyek. “Proyek ini akan kami koordinasikan dengan setiap program studi (Prodi) untuk memastikan keselarasan dengan roadmap penelitian UMPR,” ungkapnya.
Wakil Rektor III, Apt. Guntur Satrio, S.Farm., M.Si., juga menekankan bahwa pembelajaran ini sejalan dengan kolaborasi aktif dengan pihak-pihak eksternal, seperti pemerintah kota, untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap masalah publik,” tambahnya.
Ketua Senat FISIPOL, Dr. H. Riban Satia, S.Sos., M.Si., menyampaikan beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan kelancaran implementasi proyek berbasis pembelajaran ini, di antaranya memperbaiki tatakelola administratif dan memastikan setiap mahasiswa melakukan pertemuan dengan dosen pembimbing. “Kami akan memperketat pengawasan terhadap interaksi dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran proyek, serta memastikan jadwal pertemuan yang jelas dan terintegrasi dengan laporan dosen,” ujar Ketua Senat.
Dalam rangka memastikan pelaksanaan yang tepat, Rektor mengusulkan pembuatan kontrak pakta integritas untuk dosen dan mahasiswa terkait proyek ini, yang akan mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam menjalankan proyek. “Diupayakan akan mengundang pakar eksternal untuk memberikan kuliah setiap program guna memperkaya wawasan mahasiswa,” ujar Rektor.
Dengan adanya rapat persiapan ini, diharapkan seluruh dosen dan mahasiswa FISIPOL UMPR dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi semester Ganjil 2025/2026, serta mendukung tercapainya tujuan pembelajaran berbasis proyek yang berkualitas. (rums)